
Muaro Jambi (Tim Humas MTsN 3 Muaro Jambi) — Kepala MTsN 3 Muaro Jambi memberikan tausiah kepada seluruh siswa tentang makna puasa di bulan Ramadan dengan mengambil perumpamaan dari proses kehidupan seekor ulat yang berubah menjadi kupu-kupu. Tausiah tersebut disampaikan di hadapan para siswa setelah kegiatan ibadah dan pembinaan rohani di lingkungan madrasah.
Dalam tausiahnya, Kepala Madrasah menyampaikan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan proses pembentukan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Beliau mengibaratkan manusia yang menjalankan puasa seperti ulat yang sedang berproses menuju perubahan.
“Ulat pada awalnya hanya merayap dan memakan daun. Namun ketika memasuki fase kepompong, ia berhenti sejenak, berdiam diri, dan berproses hingga akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang indah,” ujar Kepala Madrasah.
Beliau menjelaskan bahwa fase kepompong tersebut dapat dianalogikan dengan ibadah puasa. Selama bulan Ramadan, umat Islam dilatih untuk menahan diri, memperbaiki akhlak, memperbanyak ibadah, serta merenungkan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan berakhir.
Kepala Madrasah juga berharap agar seluruh siswa dapat memanfaatkan momentum Ramadan sebagai waktu untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan menumbuhkan akhlak mulia. Seperti halnya ulat yang berubah menjadi kupu-kupu yang indah, beliau berharap para siswa juga dapat keluar dari bulan Ramadan dengan pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih taat kepada Allah SWT.
Tausiah tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh para siswa. Diharapkan melalui pesan yang disampaikan tersebut, para siswa MTsN 3 Muaro Jambi semakin memahami makna puasa sebagai proses pembentukan karakter dan perubahan menuju kebaikan.
|
30x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...