Selamat Datang di Website Resmi MTSN 3 Muaro Jambi # Kepala MTsN 3 Muaro Jambi. Kardono, Z., S.Ag, M.Pd # Madrasah Hebat,Madrasah bermartabat,Mewujudkan Insan Yang Berakhlak Mulia # Ikhlas Beramal,Ikhlas Mengajar,Demi memajukan Anak Bangsa
Diposting Pada: Minggu, 23 November 2025

PART 4 – Filosofi Pendidikan: Ing Ngarsa, Ing Madya, Tut Wuri

PART 4 – Filosofi Pendidikan: Ing Ngarsa, Ing Madya, Tut Wuri

Muaro Jambi (Tim Humas MTsN 3 Muaro Jambi) – Salah satu warisan terbesar Ki Hadjar Dewantara bagi dunia pendidikan Indonesia adalah falsafahnya yang sangat mendalam tentang peran dan sikap seorang pendidik. Falsafah tersebut termaktub dalam tiga ungkapan berbahasa Jawa yang kini telah menjadi pijakan utama pendidikan nasional, yaitu:

“Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”




Ungkapan ini bukan sekadar moto, tetapi cermin dari filsafat mendalam mengenai bagaimana seorang pendidik seharusnya menempatkan diri dalam proses pendidikan. Ki Hadjar Dewantara merumuskan filosofi tersebut setelah bertahun-tahun mengamati sistem pendidikan kolonial yang kaku, otoriter, dan cenderung menekan peserta didik. Ia ingin menghadirkan sistem pendidikan yang lebih manusiawi, membebaskan, dan membentuk karakter.




“Ing ngarsa sung tuladha” berarti bahwa ketika berada di depan, seorang pendidik harus menjadi teladan bagi peserta didiknya. Keteladanan bukan hanya dalam hal akademik, tetapi terutama dalam perilaku, etika, dan sikap hidup. Ki Hadjar meyakini bahwa peserta didik akan lebih mudah menyerap nilai-nilai kebaikan ketika mereka melihatnya langsung dari guru yang membimbing mereka.




Selanjutnya, “Ing madya mangun karsa” menegaskan bahwa saat berada di tengah peserta didik, guru berperan sebagai pembangun semangat dan motivator. Pendidik tidak boleh bersikap otoriter, tetapi mampu mendorong munculnya kreativitas, kemauan, dan kemandirian. Guru harus menjadi rekan belajar yang mengarahkan tanpa memaksa, memotivasi tanpa mendominasi.




Sementara itu, “Tut wuri handayani” bermakna bahwa ketika guru berada di belakang, ia harus tetap memberikan dorongan, bimbingan, dan kepercayaan kepada peserta didik. Ki Hadjar ingin menanamkan bahwa pendidikan harus memungkinkan anak tumbuh dengan kepercayaan diri serta mampu melangkah sendiri tanpa terus-menerus bergantung pada guru.




Falsafah luar biasa ini kemudian menjadi prinsip dasar pendidikan Indonesia dan diadopsi sebagai semboyan resmi oleh Kementerian Pendidikan. Hingga kini, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran modern, terutama pada era yang membutuhkan kebebasan berekspresi, kreativitas, kolaborasi, serta pendidikan yang berfokus pada perkembangan karakter.




Melalui falsafah ini, Ki Hadjar Dewantara ingin menegaskan bahwa tugas pendidik bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk manusia seutuhnya—manusia yang merdeka berpikir, berkarakter kuat, dan berdaya saing. Filsafat pendidikan tersebut tetap menjadi warisan abadi yang terus hidup di ruang-ruang kelas Indonesia, menjadi pedoman bagi setiap pendidik dalam mendidik generasi bangsa.

 


238x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Serah Terima Mahasiswa PPL UIN Di MTs N 3 Muaro Jambi 489x dibaca
  2. MTsN 3 Muaro Jambi Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Berbagai Lomba 110x dibaca
  3. Link Pendaftaran Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Tahun 2025 Resmi Dirilis 91x dibaca
  4. MTsN 3 Muaro Jambi Lakukan Pembelajran Tatap Muka 263x dibaca
  5. Mahasiswi Cantik UIN STS Jambi Validasi E-Modul IPA di MTsN 3 Muaro Jambi 255x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 3 Muaro Jambi

Mars Madrasah