
Muaro Jambi (Tim Humas MTsN 3 Muaro Jambi) – Salah satu cabang yang paling memikat perhatian pada Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2025 adalah Mendongeng dalam Bahasa Daerah (Melayu Jambi). Cabang ini menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan bercerita, dan kecintaan mereka pada bahasa serta budaya daerah.
Sejak perlombaan dimulai, suasana venue dipenuhi antusiasme peserta yang tampil dengan cerita-cerita rakyat khas Jambi, legenda setempat, hingga kisah kehidupan masyarakat Melayu Jambi yang sarat nilai moral. Dengan intonasi suara yang dinamis, ekspresi wajah yang hidup, serta gestur yang mendukung alur cerita, para peserta berusaha membawa penonton seolah-olah masuk ke dalam dunia kisah yang mereka bawakan.
Lomba mendongeng ini dinilai berdasarkan kemampuan peserta menguasai cerita, ketepatan penggunaan Bahasa Melayu Jambi, kreativitas penampilan, serta cara mereka menyampaikan pesan moral kepada audiens. Banyak peserta yang berhasil memukau juri dan penonton karena pembawaan yang natural, menyentuh, dan menghibur.
Guru-guru pendamping dari MTsN 3 Muaro Jambi memberikan dukungan penuh kepada siswanya yang mengikuti cabang ini. Mereka menilai bahwa mendongeng adalah salah satu tradisi lama yang sangat penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda. Selain memperkuat kemampuan berbahasa, mendongeng juga mengasah daya imajinasi dan kemampuan komunikasi siswa.
Kehadiran cabang Mendongeng Bahasa Melayu Jambi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu semakin menegaskan pentingnya pelestarian budaya lisan. Cerita-cerita rakyat yang dibawakan bukan sekadar hiburan, tetapi juga membawa pesan kearifan lokal yang mencerminkan identitas masyarakat Jambi.
Melalui kegiatan ini, Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menghidupkan kembali tradisi mendongeng sebagai bagian penting dalam pembelajaran budaya dan bahasa daerah.
|
30x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...