
Muaro Jambi, (30/09/2023) MTs N 3 Muaro Jambi lakukan memperingati maulid nabi MUHAMMAD SAW. Yang mana acara ini dihadiri oleh kepala madrasah,majelis guru beserta staf,dan para siswa-siswi sekaligus ustadz Yusup selaku penceramah pagi ini, rangkaian acara yang pertama yaitu kata sambutan dari pembawa acara,yang kedua pembacaan umul Qur'an,dan ketiga pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan Sari tilawah oleh siswa MTs N 3 Muaro Jambi acara ke-empat penampilan sholawat oleh siswa siswi MTs N 3 Muaro Jambi,seterus nya kata sambutan dari kepala madrasah,dan dilanjutkan dengan uraian hikmah dari ustadz Yusuf dan diakhiri dgn do'a oleh ustadz Yusuf ,
Dalam sambutan kepala madrasah Kardono menyampaikan,"menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh warga MTsN 3 Muaro jambi baik dari bapak/ibu guru karyawan karyawati serta siswa-siswinya yang telah kompak melaksanakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Dengan adanya acara maulid ini diharapkan bisa menambah rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW.
“Saya berharap dengan pelaksanaan acara maulid ini bisa menambah rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW serta mampu meneladani akhlak beliau.pungkasnya"
Dalam uraian hikmah ustadz Yusuf menyampaikan,"Di antara akhlak Rasulullah SAW yang patut kita teladani atau ajaran yang dibawanya yang patut kita ikuti dan laksanakan adalah:
Pertama, melaksanakan shalat lima waktu. Beliau menyatakan, bahwa shalat adalah tiang agama, shalat menjadi pembeda antara seorang muslim dan non muslim, shalat dapat mencegah perbuatan yang keji dan munkar, shalat merupakan mi’rajnya seorang muslim, shalat merupakan kesempatan manusia berdialog, mengadu, dan memohon kepada Allah SWT, shalat merupakan amal yang pertama sekali akan ditanya di akhirat, jika shalatnya baik, maka akan ada harapan amal yang lainnya akan baik; selain itu shalat akan memberikan pengaruh kesehatan fisik dan ruhani, serta kesehatan sosial, apa lagi shalat tersebut dilaksanakan secara berjamaah. Karena demikian pentingnya shalat ini, hingga sampai menjelang ajalnya atau menjelang wafatnya, beliau mengingatkan umatnya, agar jangan meninggalkan shalat.
Kedua, menghiasi diri dengan akhlak yang mulia. Dalam salah satu hadisnya, beliau menyatakan:
Artinya: Bahwasanya aku diutus ke di dunia ini untuk menyempurnakan akhlak. (Riwayat Ahmad)
Menurut catatan sejarah, bahwa pada saat beliau diutus ke muka seluruh akhlak manusia di dunia ini, seperti akhlak orang Romawi, orang Yunani, orang China, India, Persia dan lainnya dalam keadaan merosot yang disebabkan karena menyembah selain Allah, memperturutkan hawa nafsu. Kehidupan ummat manusia saat itu tak ubahnya seperti binatang yang tidak mengenal halal dan haram, dan tidak mengenal tata krama, budi pekerti, akhlak dan sopan santun. Beliau berhasil merubah akhlak yang rusak dan buruk itu menjadi akhlak yang mulia.
Di antara akhlak yang beliau ajarkan adalah menghormati, menyayangi dan memuliakan orang tua, terutama ibu. Ketika ada seorang sahabat bertanya kepada beliau tentang siapakan orang yang harus lebih dahulu dihormati, beliau menjawab:ibumu, ibumu, ibumu, sampai tiga kali, dan kemudian bapakmu. Akhlak mulia lainnya yang beliau ajarkan adalah menghormati dan memuliakan tetangga, karena tetanggalah orang yang terdekat dengannya. Akhlak kepada tetangga itu antara lain jika saling bertemu mengucapkan salam, jika diundang agar didatangi, jika sakit hendaknya dijenguk, dan jika meninggal hendaknya diantarkan jenazahnya ke pemakaman; selanjutnya jika seseorang memasak makanan, atau hidangan yang baunya tercium oleh tetangga kita, maka hendaknya air kuah hidangan itu diperbanyak, sehingga tetangga kita dapat diberikan hidangan tersebut. Selanjutnya beliau juga menyatakan, bahwa seseorang belum dapat dikatakan telah beriman yang sempurna, jika perutnya kenyang sendiri, sedangkan tetangganya menderita kelapan.
Selanjutnya beliau juga mengajarkan akhlak terhadap lingkungan. Beliau mengajarkan agar memelihara dan menjaga kebersihan. Beliau menyatakan, bahwa kebersihan adalah sebagian daripada iman. Beliau juga melarang kita buang air di air yang tergenang atau tidak mengalir agar tidak menimbulkan bau busuk dan menyebarkan penyakit. Selanjutnya beliau melarang kita buang air di bawah pohon yang berbuah. Beliau juga melarang seseorang menyiksa binatang. Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah menceritakan tentang seorang wanita yang masuk neraka, karena menyiksa seekor kuncing, tidak diberi makan hingga mati; sebaliknya ada seseorang yang masuk syurga, karena memberi minum seekor anjing yang kehausan hampir mati dengan cara mengambil air dari dalam sumur dengan sepatunya dan memberikannya kepada anjing itu. Beliau juga menganjurkan agar berbuat baik pada tumbuh-tumbuhan. Beliau menyatakan, bahwa jika esok akan datang hari kiamat, sedangkan di tanganmu ada benih tanaman, maka hendaknya benih tanaman itu ditanam lebih dahulu, karena bibit tanaman itu punya hak hidup. Beliau juga menyatakan bahwa memelihara tanaman adalah ibadah. Beliau menyatakan, jika seseorang menanam tanaman, lalu buah tanaman tersebut dimakan burung atau manusia, maka Allah akan mengampuni dosa orang yang menanam tanaman itu.singkatnya"(Ab)
|
140x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...